by

KAKEK TUNA NETRA MENEMBUS DIMENSI ALAM GHAIB

Maja Misteri

Keterbatasan Fisik bagi dirinya bukanlah suatu kekurangan. Namun Sarmadi (65) Th, yang biasa di panggil Ki Madi tak pernah bergantung kepada sanak keluarganya. Aktivitas kesehariannya pun tak kalah gesit dengan Orang Normal pada umumnya, Dari mulai mengambil Air mandi, Mecetak Batu-Bata. Hingga bila pakaiannya Robek, dengan cekatan ki Madi segera mengambil peralatan menjahit. Dan benangnya dimasukan ke jarum tanpa meminta bantuan.

Keterbatasan Fisik Ki Madi bukan dari Lahiriah, Melainkan akibat Sakit Demam Tinggi selama 3 Bulan. Sehingga Beliau harus kehilangan Indra

Penglihatanya. Kendati ki Madi tidak bisa melihat, Namun Allah Swt menggantinya dengan Mata Bhatin yang sangat tajam. Ki Madi saat ini tinggal bersama Anak laki-lakinya, di Blok Cempaka sari, Desa Genteng, kecamatan Dawuan, sementara Isteri tercintanya bernama Sapti sudah terlebih dahulu meninggal Dunia.

Menurut Cerita Jamhadi (49) Tahun, Anak semata Wayang ki Madi, Bahwa dahulu Bapak nya pernah mengalami Peristiwa di luar Nalar yang sulit di cerna oleh akal sehat Manusia, Yaitu tersesat ke Alam Ghoib.
” Meskipun kejadiannya sudah berlangsung selama 21 Tahun, lebih tepatnya pada Tahun 2000. Namun peristiwa tersebut; sulit untuk dilupakan seakan terpatri dalam ingatan saya. Hari Kamis Pagi. Seperti biasa Ibu dan Bapak setiap hari selalu sibuk Menjalani sebuah Aktivitas yaitu mencetak Bata merah untuk dijual. Saya selaku anak tunggal nya hanya sekedar membantu. Peluh bercucuran membasahi tubuh kedua orang tuaku. Karena Matahari begitu terik memuntahkan sinarnya ke Marcapada . Namun meskipun dalam kondisi demikian kedua Orang tuaku tidak pernah mengeluh sedikitpun. Tetap menjalankan Aktifitasnya dengan telaten. Ketika sedang khusuk mencetak Bata secara Kebetulan Adonan tanah untuk bahan Bata merah sudah mengeras akibat kekurangan Air tanpa dikomando dengan sigap Bapak saya (ki Sarmardi-Red) lantas membawa Pikulan dan segera mengambil Air ke aliran Sungai Cideres. Yang lokasinya tidak jauh dari tempat kami membuat Bata merah. Meskipun keterbatasan fisik bagi Bapak mengambil Air di sungai adalah hal yang biasa dilakukan, Pada pikulan pertama dan kedua berjalan mulus, Namun pada pikulan yang ke Tiga Bapak tidak terlihat lagi batang hidungnya, perasaan was-was menggayut menghantui pikiran saya, Begitu pula dengan Ibu tampak gelisah, Kemudian Ibu berangkat menyusul ke tepi Sungai, Tidak begitu lama Suara Jeritan Ibu terdengar sayup-sayup ketika melihat Tubuh Suaminya terbaring di tanah dalam posisi tengkurap tidak sadarkan diri. !”. Papar Didi

ketika ki Madi Sudah kembali Siuman lantas merceritakan peristiwa yang dialami kepada anak dan Isterinya bahwa pada saat lagi mengambil Air, kakinya menginjak Pelepah Pisang yang sudah kering, karena licin akhirnya terpeleset kemudian tersungkur dalam posisi tengkurap,


“Antara sadar dan tidak sadar saya merasa berada di Alam lain yang sangat Asing, ketika saya terjatuh, Dari Dapuran Tunggul Pohon Bambu kuning yang banyak terdapat di pinggiran Sungai Cideres tiba-tiba keluar segerombolan Orang yang persis menyerupai Manusia dengan Sigap menolong saya saat terjatuh .Empat Orang berjenis kaum Perempuan memeluk tubuh saya, Sentara yang berwujud Laki-laki hanya mengusap-ngusap seluruhTubuh, Seakan berupaya memberikan Pertolongan, Namun bila diperhatikan secara teliti ada sebuah kejanggalan yaitu fostur tubuh mereka lebih tinggi di banding dengan tubuh Manusia pada umumnya!”
Tegas ki Madi,mengakhiri Cerita pengalaman Ghoibnya.

Terlepas dari isi Cerita yang di alami oleh ki Madi, kita sebagai Manusia.hanya bisa mengambil hikmahnya, Bahwa kehidupan Alam nyata dan Alam Ghoib memang ada, Yang membedakan hanyalah Ruang dan Waktu. Namun kita sebagai Mahkluk Tuhan Y.M.E Hendaknya saling menjaga dan senan tiasa meningkatkan Ibadah kepada Sang Khalik. Allahhu Akbar !!!.

Nyai Centring keling.

Penulis : KI DEWA KUSUMA
Editor : Rick

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *