by

Menelusik Ritual “Ngesek” di Gunung Kemukus !”

Oleh : Ki Dewa Kusuma.

“Melakukan Ritual hubungan Intim di Gunung kemukus, Menjadi Syarat Mutlak untuk mendapat kan Harta kekayaan dari Pesugihan !”.

Bila kita mendengar Nama Gunung kemukus yang terletak di kabupaten Sragen Jawa Tengah, 28 Kilo Meter, Timur Laut dari kota Solo,Tentunya tidak akan Asing lagi ditelinga, konon Tempat tersebut di Jadikan Ajang Ritual Pesugihan, yang ditengarai Nyeleneh, karena pelaku Pesugihan harus berhubungan Intim dengan Pasangan yang tidak Terikat dengan Tali Perkawinan,

Entah siapa yang Memulai melakukan Ritual Hubungan Intim dengan Orang yang bukan Pasangan Resmi di Gunung kemukus ?, Sehingga Praktik Mesum tersebut menjadi sebuah Ritual Wajib bagi para Peziarah yang melakukan Pesugihan ditempat tersebut!”.

Makom Pangeran Samudra dan Dewi Ontro Wulan

Menurut Cerita yang berkembang dari Mulut ke mulut, Legenda Ritual Perzinahan di Gunung kemukus, Berawal dari kisah Perselingkuhan Antara Pangeran Samudra dengan Ibu tirinya yaitu Dewi Ontrowulan. Ketika Raja Majapahit itu Mengetahui Anaknya berselingkuh dengan Ibu Tirinya, Menjadi Murka, kemudian Pangeran Samudra di Usir oleh Ayahnya. Dan kemudian menetap di kawasan Gunung Kemukus.

Sepeninggal Pangeran Samudra, Dewi Ontrowulan tidak dapat menahan perasa’an Rindu, Tidak berapa lama Kemudian pergi menyusul ke Gunung Kemukus, Ketika bertemu, kedua Insan yang telah dibutakan Oleh rasa Cinta tersebut melepaskan segala kerinduannya, Namun ketika Pangeran Samudra dan Dewi Ontrowulan akan melakukan hubungan Intim, Di ketahui Oleh Para Penduduk, Kemudian di Hukum Rajam hingga keduanya Tiwas. Konon Jasad mereka dikubur dalam Satu Liang Lahat.

Sebelum menghembuskan Napasnya yang terakhir, Pangeran Samudra bersumpah, “Bagi Siapa saja Orang nya yang meneruskan hubungan Intim di tempat ini, dengan Orang yang tidak Terikat Oleh Tali Perkawinan, Maka segala Perminta’anya akan Aku kabulkan!”, Tegasnya.

Mengacu kepada Sumpah yang dilontarkan Oleh Pangeran Samudra tersebut, Maka di Areal Gunung kemukus hingga sa’at ini di jadikan Ajang Praktik Ngesek secara bebas, Dengan Dalih melakukan Ritual, Untuk mengalap Harta Pesugihan.

Pada Malam Jum’at Pahing dan Wage, Orang-orang dari berbagai Pelosok Daerah akan berkumpul di Gunung Kemukus, karena pada Hari itu merupakan Pasaran sebagai Acara puncak untuk melakukan Ritual Pesugihan, Namun ada Juga yang datang pada Hari-hari dan Bulan tertentu yang menurutnya dinilai baik.

Pelaku Pesugihan digunung Kemukus Selain harus menyediakan Berbagai Macam Sesaji dan Dupa, Juga harus Mencari Pasangan untuk melakukan Ritual Hubungan Intim yang tidak Terikat Oleh Tali Perkawinan, Selama Tujuh kali berturut-turut dengan Pasangan yang Sama, Dalam kurun waktu Tiga Puluh Lima Hari, Agar Hajatnya Cepat terkabul, Apabila sudah Sukses Pasangan tersebut harus kembali ke Gunung kemukus untuk melaksanakan Hajat Syukuran dengan menyembelih Se-Ekor Kambing. Sesuai Janji yang di Ikralkan di Makam Pangeran Samudra, Namun apabila di Ingkari, Maka para Pelaku Pesugihan akan kembali Miskin bahkan akan kehilangan nyawa secara mengenaskan.Naudzu Bilahi Min Dzalik !”.

Cerita di atas merupakan Versi Legenda yang berkembang hingga sa’at ini dalam upaya mendongkrak Para pengunjung untuk datang ke Gunung kemukus.

Namun pada Versi Legenda lainnya, Di kisahkan Bahwa Pangeran Samudra adalah Seorang Aulia yang turut menyebarkan Agama Isllam di Tanah Jawa, Beliau merupakan Salah Satu Murid Sunan kali Jaga. Ketika Melakukan Syiar Islam Jatuh sakit dan kemudian Wafat. Jasadnya di Semayamkan di puncak Gunung kemukus. Mendengar khabar tentang kematian Anak kesayangan-nya Dewi Ontro Wulan, kemudian pergi ke Gunung kemukus, Akibat tidak dapat Menahan Perasa’an Duka yang sangat mendalam, Akhirnya Jatuh sakit dan meninggal Dunia, Jasadnya di Semayamkan di Areal tersebut.

” Dari kedua Versi Legenda tersebut tentunya sangat bertantangan, Namun kami percaya Pemirsa Majamisteri.
com, Dapat Menilai Versi mana yang diyakini tentang Kebenaran Kisah dari Legenda Pangeran Samudra ?!”. (red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed